Skip to main content

Produk Kreatif dan Kewirausahaan

 Creative common


Listensi Creative Commons: 

Lisensi creative commons (Lisensi CC) merupakan produk dari Creative Commons Indonesia yang bertujuan untuk memfasilitasi pencipta atau pemegang hak cipta untuk membagikan karya dengan tetap mempertahankannya. Sedangkan, untuk pengguna dapat memanfaatkan ciptaan-ciptaan untuk mendapatkan keuntungan ataupun tidak, tanpa perlu melakukan izin langsung dari pencipta atau pemegang hak cipta. Berikut macam macam listensi cc :

Atribusi
Atribusi berbagiserupa
Atribusi tanpa turunan
Atribusi non-komersial
Atribusi-non-komersial-berbagiserupa
Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan

Jenis jenis listensi cc

1.


Spektrum Atribusi (BY)

Fungsi:
- Supaya pencipta atau pemegang hak cipta dapat terus disebutkan namanya sebagai sumber rujukan dalam setiap penggunaan.
- Untuk mengingatkan pengguna agar terus menyebutkan sumber ciptaan yang digunakan dengan sesuai.
- Untuk mengingatkan pengguna agar menyatakan perubahan yang dilakukan terhadap ciptaan.

2. 

Spektrum NonKomersial (NC)

Fungsi:
- Mempertahankan jalur masuknya royalti secara eksklusif ke pencipta atau pemegang hak cipta.
- Ketentuan SA yang dikombinasikan dengan NC, memastikan bahwa setiap hasil gubahan menerapkan ketentuan NonKomersial, supaya ciptaan tidak dapat dikomersialisasi tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta.

3. 

Spektrum TanpaTurunan (ND)

Fungsi:
- Menghindari manipulasi atau pemanfaatan ciptaan secara tidak bertanggung jawab.
- Menghindari pelanggaran kehormatan terhadap pencipta atau pemegang hak cipta dari aktivitas pengguna ciptaan.


Spektrum BerbagiSerupa (SA)

Fungsi:
- Tujuan penciptaan dan penyediaan ciptaan memang ditujukan sebagai ciptaan layak gubah.
- Untuk mempertahankan maksud penerapan lisensi pada materi asli oleh pencipta.

Berikut merupakan hasil upload foto yang mempunyai listensi 



Hasil upload di pixnio : 







Comments

Popular posts from this blog

Intrusion Detecting System & Snort

 Intrusion Detecting System (IDS) & Snort

Konfigurasi dhcp server

          Konfigurasi Dhcp Server 1. Topologinya seperti ini. 2.   Setting server debian pada virtual machine dengan dua interface, adapter 1 bridge adapter dan adapter 2 Host only adapter.   3. Edit file yang terdapat pada interface dengan perintah nano /etc/network/interfaces, lalu cut pada baris allow-hot plug enpos3 dan iface enpos3 inet dhcp, dengan cara pencet ctrl+k, lalu kembalikan dengan cara pencet ctrl+u, dan untuk menambahkan ip pada enpos 8 tambahkan 1 lagi dengan cara pencet ctrl+u sekali lagi lalu ubah enpos 3 menjadi enpos 8 dan ditambahkan ip address (bebas). 4. Lalu reboot setelah menambahkan ip pada enpos8, jika tidak bisa reboot, power of saja, lalu masuk kembali. 5. Periksa ip dengan masukan perintah ip a ( ip address ). 6. Backup terlebih dahulu source.list, seperti gambar di bawah ini, karena saya sudah membackup sebelumnya, jadi sudah ada, cara membackup nya kalian masukan perintah, cp sources.list sources.list.backup setel...

Jaringan Protocol

  Protokol Jaringan (Network Protocol)       Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.      Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah:   ·         Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya. ·         Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking). ·         Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan. ·         Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan. ·         Bagaimana format pesan yang digunakan. ·         Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna. · ...